berhentilah mendeskripsikan rasa..
biarkan saja tergumpal bulat-bulat
menggelinding, berdenyut-denyut, memantul mantul
menghancurkan dinding berperisai kebodohan dan kesombongan..
bukan salah langit mendung kelam
bukan karena hawa pengap dan lembab
tak mengapa ruang kotak ini masi saja diam sunyi
sisakan malu pada gadis kecil berwajah tak wajar
tak dapat kutebak dia tersenyum atau menangis..
hanya indra bicaranya meliputi setengah wajah mungilnya..
menatap dengan berbinar setiap lalu lalang...
menanti lembaran dan kepingan terlempar kearahnya..
mungkin langit mendung kelam lebih gelap untuknya..
hawa pengap gelap lebih terasa untuknya
ruang tak berdinding akan banyak berbicara padanya.
tanya kenapa
hati masi dingin dan beku,
mungkin rasa malu tlah enggan mengganggu.
Fabiayyia irabbikuma tukadzdziban??!
biarkan saja tergumpal bulat-bulat
menggelinding, berdenyut-denyut, memantul mantul
menghancurkan dinding berperisai kebodohan dan kesombongan..
bukan salah langit mendung kelam
bukan karena hawa pengap dan lembab
tak mengapa ruang kotak ini masi saja diam sunyi
sisakan malu pada gadis kecil berwajah tak wajar
tak dapat kutebak dia tersenyum atau menangis..
hanya indra bicaranya meliputi setengah wajah mungilnya..
menatap dengan berbinar setiap lalu lalang...
menanti lembaran dan kepingan terlempar kearahnya..
mungkin langit mendung kelam lebih gelap untuknya..
hawa pengap gelap lebih terasa untuknya
ruang tak berdinding akan banyak berbicara padanya.
tanya kenapa
hati masi dingin dan beku,
mungkin rasa malu tlah enggan mengganggu.
Fabiayyia irabbikuma tukadzdziban??!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar